Teknologi Bayi tabung…Boleh atau Tidak???

bayi tabung

Zaman modernisasi sekarang ini banyak perkembangan teknologi yang hebat dan praktis. Seperti halnya teknologi reproduksi bayi tabung ternyata banyak diminati oleh masyarakat khususnya oleh para pasangan suami istri yang lambat dalam mendapatkan anak, tidak subur, ataupun mandul. Lalu,, apa sich teknologi bayi tabung itu/ bagaimana pengaruh teknologi tersebut pada masyarakat dan lingkungannya?

Bayi tabung (In Vitro Fertilitation) adalah bayi hasil konsepsi (pertemuan antara sel telur dan sperma) yang dilakukan di dalam sebuah tabung di laboratorium dimana di dalam laboratorium tersebut temperatur dan situasinya sama persis dengan keadaan aslinya (rahim atau uterus).

Secara singkat, proses pembuatan bayi tabung secara umum ialah melalui tahap – tahap berikut ini :

  1. Mula – mula dengan suatu alat khusus dilakukan pengambilan sel telur dari seorang ibu yang baru saja mengalami ovulasi.
  2. Sel telur yang sudah diambil tadi kemudian dibuahi oleh sel sperma yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Pembuahan tersebut dilakukan dalam tabung yang suasananya di buat persis seperti uterus.
  3. Setelah terjadi pembuahan, zigot dipelihara didalam tabung sampai pada saat tertentu.
  4. Zigot dibiarkan berkembang dan mengalami pembelahan hingga menjadi beberapa puluh sel.
  5. Setelah terbentuk beberapa puluh sel, anakan sel tersebut dimasukan kembali kedalam rahim atau uterus ibu semula. Diharapkan, dalam rahim tersebut akan tumbuh menjadi embrio (hamil) hingga saat kelahiran tiba.

Beberapa keberhasilan dari teknik bayi tabung, antara lain :

  • Bayi bernama Louise brown pada tahun 1978, kelahiran bayi ini adalah yang pertama dalam sejarah kedokteran. Keberhasilan tersebut berkat hasil usaha  dua orang pakar dari Cambridge University, yaitu Dr. Steptoe (pakar obstetriks dan ginekologi) dan Dr. Edwards (pakar fisiologi).
  • Tahun 1982 di Perancis, lahir bayi tabung kedua yang diberi nama Amandine.

Adapun dampak positif dari teknik bayi tabung, antara lain :

  1. Memberi harapan kepada pasangan pasutri yang lambat punya anak atau mandul.
  2. Membantu oranga lain yang mengidap penyakit.
  3. Memberikan harapan bagi kesejahteraan umat manusia.
  4. Menghindari penyakit (seperti penyakit menurun/genetis, sehingga untuk kedepan akan terlahir manusia yang sehat dan bebas dari penyakit keturunan.
  5. Menuntut manusia untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Dampak negatif dari teknologi bayi tabung ini, antara lain :

  1. Munculnya persewaan rahim dan permasalahannya (menyewa rahim ibu yang lain).
  2. Bertentangan dengan kodrat dan fitrah manusia sebagai mahluk tuhan.
  3. Kemajuan teknologi telah memperbudak manusia.
  4. Memerlukan biaya yang besar sehingga hanya dapat dijangkau oleh kalangan tertentu.

Nah,,,berdasarkan penjelasan tersebut, teknologi bayi tabung ini bisa dijadikan solusi untuk pasutri yang sulit mendapatkan anak, tapi teknologi ini juga banyak sisi negatifnya juga. Dan yang jadi pemasalahannya adalah

Bagaimana hukumnya??Halal ataukah Haram??

bayi tabung pertama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: